Bulan, Biarkan cahayamu terang dilangit. Bulan, Apakah kau melihatnya? Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sedang bermimpi? Bulan, sampaikan padanya.. jantung ini berdetak lebih kencang walaupun hanya berfikir tentangnya. Bulan, sampaikan padanya.. pada setiap malam saat bermimpi, aku terkadang memikirkannya. Bulan, aku harap esok hari ia dapat terbangun dalam keadaan bahagia. Bulan, aku ingin meminta maaf kepadanya. Maaf karna aku telah memikirkanmu setiap malam. Maaf karna aku telah memperhatikanmu diam-diam. Maaf karna aku telah membiarkan perasaan ini tumbuh begitu suburnya. Bulan, tolong sampaikan maafku untuknya karna aku mencintainya. [111114] Remake [010916] By : @sahirafn
Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 September 2016
Bulan
Minggu, 11 September 2016
Batik
Indonesia sungguh kaya.. Beraneka warna dan mempesona.. Mulai dari alam, budaya.. Makanan, bahasa.. Hingga busananya.. Ada satu yg unik namanya Batik Penuh seni nan cantik.. wujud budaya bangsa.. Tempat lilin berkeluh kesah Goresan cinta penuh makna Cinta batik Cinta indonesia Setiap suku membatik Setiap batik menciptakan warna Setiap batik menciptakan motif Setiap batik menciptakan lambang Batik indonesia Karyamu adalah budayaku Yang tak rela jika cantimu berlalu AYO berjaga! Terutama yang mudah Merawat dan mengembangkan warisan budaya.. Kalau kita terlena Batik bukan milik kita Batik diambil nyawanya Batik diambil inspirasinya Batik diambil senirupanya Batik berpindah tangan Ampasnya ditinggal untuk kita.. Batik indonesia.. Akan ku jaga kau selalu sebagai lambang kebanggaan bangsaku. Ohh batik lestarilah selalu di negaraku republik indonesia. Karya : Riska Ahzahra Mutia
Kamis, 08 September 2016
Pengagum Rahasia
Dalam sepinya malam Tak jenuh ku ukir rindu di langit Dalam hampanya hati Tak bosan ku untai kasih di hati Sebagai pertanda bahwa akulah sang pengagum rahasia Di setiap senyum bibirmu Di setiap tawa candamu Selalu ada aku di sana Yang ikut bahagia jika kau bahagia Walaupun kau tak menyadarinya Di setiap pedih hatimu Di setiap kekecewaanmu Selalu ada aku di sana Yang akan merasakan apa yang kau rasa Tanpa kau ketahui Kadang aku ingin menghampirimu Menghapus semua sedihmu Merubahnya menjadi kebahagiaan Kadang aku ingin seperti mereka Yang menjadi alasanmu tersenyum Yang menjadi alasanmu tertawa Kadang aku ingin berlari Berteriak sekencang-kencangnya Lalu berucap bahwa 'Akulah sang sosok yang peduli dibelakangmu' Sosok sepertiku tak pernah dianggap Sosok sepertiku tak pernah berarti apapun Seakan tak acuh Seakan tak terlihat Seakan tak suka Namun aku kan tetap disini Karena aku memimpikanmu dalam diam Diam dalam kagum, tanpa suara Diam dalam sakit, tanpa berucap Ya, itulah aku Aku hanya seorang pengagum rahasiamu Yang ingin menggapai sejuta mimpi indah Bersama bayangmu Dan tanpa kau ketahui - UN -
Selasa, 30 Agustus 2016
Ketika Kita Jatuh Cinta
Menurutku, cinta adalah kekuatan yang mampu mengubah duri jadi mawar, Mengubah cuka jadi anggur, Mengubah malang jadi untung, Mengubah sedih jadi riang, Mengubah setan jadi nabi, Mengubah iblis jadi malaikat, Mengubah sakit jadi sehat, Mengubah kikir jadi dermawan, Mengubah kandang jadi taman, Mengubah penjara jadi istana, Mengubah amarah jadi ramah, Mengubah musibah jadi muhibah, itulah cinta Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya Kata kata pecah berkeping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya. Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur Cinta sendirilah yang menerangkan cinta, dan percintaan
Sabtu, 13 Februari 2016
DALAM DIAM
Dalam diam ku melihatmu Dalam diam ku memandangmu Dan dalam diam kumenatap wajahmu Entah dari mana ini berawal Semua terjadi begitu saja Dan entah sampai kapan semua ini berakhir Entah sampai kapan, Perasaan ini akan keluar dari persemayamannya, Kusadar waktu akan terus berjalan Dan aku tak mungkin terus menunggu Tapi aku adalah wanita Yang malu untuk memulai dan mengungkapkan segalanya Kupikir diam itu lebih baik Karena hanya dalam diamlah ku dapat mengagumimu sesuka hatiku -Anonymous
Rabu, 10 Februari 2016
DIHADAPANMU
Pada akhirnya aku bersimpuh pasrah
Bersama setangkup do'a
Yang kan menapaki surga
Serta mengetuk pintu langit Mu
DihadapanMu-lah
Pada akhirnya aku bersujud
Menyerahkan jiwa pada agung kuasa-Mu
Membiarkan takdir membawaku
Bersandar pada rahmat-Mu
Tanpamu, Rabbi
Akulah hamba yang hilang arah
Bagai burung sayapnya patah
Tak mampu terbang sampai pada tujuan
Tanpamu, Rabbi
Akulah manusia tanpa jiwa
Bagai gelas kosong tiada berisi
Tak ada makna hanya penghias dunia
Dihadapanmu-lah, Rabbi
Pada akhirnya ku merangkum belah telapak tanganku nan memerah
Menerbangkan butiran-butiran do'a
Agar damai hidupku dan lurus perkaraku ....
-Anonymous
Sabtu, 06 Februari 2016
MENGENANGMU
Mengenang janjimu adalah gemuruh halilintar melintas di musim panas.
Mengenang cintamu adalah katak kecil ketakutan sembunyi di ketiak sunyi.
Mengenang senyummu adalah sepoi angin pagi berbekal jerit malam hari.
Mengenang amarahmu adalah hutan belukar meranggas dikulum nyala serumpun bara.
-Anonymous
Mengenang cintamu adalah katak kecil ketakutan sembunyi di ketiak sunyi.
Mengenang senyummu adalah sepoi angin pagi berbekal jerit malam hari.
Mengenang amarahmu adalah hutan belukar meranggas dikulum nyala serumpun bara.
-Anonymous
APA KABARMU WAKTU?
Apa kabarmu, waktu?
Geliatmu gemulai menjejak binal. Berputar, meliuk, merancang arah.
Membuatku terjaga dalam musim yang jalang.
Sekehendaknya datang dan pergi.
Apa kabarmu, waktu?
Desah nafasmu menyusup kelangkang hingga liang liang
Habis, detak hariku kau lumat tanpa sapa batas hingga gairahku terbata ratap menatap punggungmu
Menggores kenang dan di depan,
Kau tenang melipat rapat kabar itu misteri.
Dan kini aku diketuk sibuk, menekuk dalam waktu dengan suara sengau parau tak terkensali menjajarkan detak waktu yang kian dikebiri perdaban.
Apa kabarmu, waktu?
Masih terbata mengeja rindu.
-Anonymous
Rabu, 03 Februari 2016
TANDA
Kau yang diam,
Tubuh penuh tanda tanya berupaya gerak dengan keentahan seperti kehilangan ilusi.
Kau seperti tak memiliki ada namun menikmati sepi yang bukan kesepian.
Derasnya perlawanan menguasai gerak.
Berkeliaran menghasut, sejati tak selamanya didapatkan dalam bentuk.
Berikutnya, apa yang bisa kau temui selain kehendak yang perlahan menyingkir karena bukan apa-apa.
Sebuah genggam mungkin mampu mengguncang diammu.
Kita tak pernah kehabisan takjub yg lalu lalang dengan latar belakang misteri.
Oleh karenanya kita membutuhkan kenang dari jarak pandang waktu.
Yang menjadikan kita saling mengeja, terbata racau kapan kesepian berakhir pekan.
Meski tak kunjung temu. Kau yang diam dengan tubuh penuh tanda tanya.
-Anonymous
Punya berita, artikel, puisi, cerpen, fan fiction, dan karya tulis lainnya yang ingin di publikasikan di blog Jurnalis Smada Swara? Caranya gampang. Kirimkan ke jurnalissmadaswara@gmail.com atau ke Official Account Line kita di @ojw1945g atau klik link ini
1. Lengkapi dengan biodata singkat (nama, kelas dan sekolah) dan id Line & akun Instagram (jika punya & bisa tidak dipublikasikan) di bawah tulisan 2. Minimal 200 kata, ditulis pada file Ms. Word (kecuali puisi minimal 30 kata) 3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll). Jika sudah pernah dipublikasikan, sertakan alamat/link media tempat tulisan anda pernah dipublikasikan 4. Tambahkan nama lengkap, alamat lengkap, kelas, sekolah dan nomor HP (tidak dipublikasikan)
Tubuh penuh tanda tanya berupaya gerak dengan keentahan seperti kehilangan ilusi.
Kau seperti tak memiliki ada namun menikmati sepi yang bukan kesepian.
Derasnya perlawanan menguasai gerak.
Berkeliaran menghasut, sejati tak selamanya didapatkan dalam bentuk.
Berikutnya, apa yang bisa kau temui selain kehendak yang perlahan menyingkir karena bukan apa-apa.
Sebuah genggam mungkin mampu mengguncang diammu.
Kita tak pernah kehabisan takjub yg lalu lalang dengan latar belakang misteri.
Oleh karenanya kita membutuhkan kenang dari jarak pandang waktu.
Yang menjadikan kita saling mengeja, terbata racau kapan kesepian berakhir pekan.
Meski tak kunjung temu. Kau yang diam dengan tubuh penuh tanda tanya.
-Anonymous
Punya berita, artikel, puisi, cerpen, fan fiction, dan karya tulis lainnya yang ingin di publikasikan di blog Jurnalis Smada Swara? Caranya gampang. Kirimkan ke jurnalissmadaswara@gmail.com atau ke Official Account Line kita di @ojw1945g atau klik link ini
Sabtu, 30 Januari 2016
Titik
Malam membuka diri, menelan bayang di rembang petang
Molek bergoyang dengan jubah hitam Ada yang datang menantang
Umbar dingin hambar membakar
Berkelebat suram mendedah resah
Pawai tubuh-tubuh lenguh mencari
Cemas meluruh ruang menyisip hening
Menggenapi aurat yg telah tergurat
Membaca diri sebelum kata bersemayam
Setelah sekian jerit dan udara berbau sengit
Aku dan kau mencacah aib
Lewat udara, akankah raib?
-Anonymous
Langganan:
Postingan (Atom)